Repository Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangka Raya: No conditions. Results ordered -Date Deposited. 2022-08-04T07:54:26Z EPrints http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/images/sitelogo.png http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/ 1515 20 1 2022-07-29T08:04:32Z 2022-07-29T08:04:32Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2375 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2375 2022-07-29T08:04:32Z Modul praktik semester II farmakologi fina ratih wira putri fitri yani 2022-07-27T08:07:08Z 2022-07-27T08:07:08Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2347 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2347 2022-07-27T08:07:08Z Penuntun praktikum kimia pangan Lamia Diang Mahalia lamiadiang@gmail.com Teguh Supriyono tegoeh_xobo@gmail.com Harlyanti Muthmainnah Mashar harlyantimuthmainnah@gmail.com Rizky Kusuma Wardani 2022-07-27T07:32:03Z 2022-07-27T07:32:03Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2345 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2345 2022-07-27T07:32:03Z Pengaruh perendaman belimbing wuluh dan daun karamunting terhadap penurunan kadar formalin pada ikan asin patin

Ikan merupakan salah satu golongan sumber protein hewani yang mudah mengalami pembusukan, sehingga penjual melakukan berbagai upaya untuk memperpanjang masa simpannya. Salah satu cara memperpanjang waktu simpan ikan adalah dengan pengawetan menggunakan garam. Namun, di pasar masih ditemukan penggunaan bahan berbahaya untuk pengawetan ikan seperti penambahan formalin. Formalin merupakan suatu bahan berbahaya yang dilarang penggunaannya untuk bahan pangan karena bersifat karsinogenik. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mengurangi kandungan formalin dalam bahan pangan seperti: perendaman air panas, perendaman larutan garam, perendaman asam cuka, perendaman jeruk nipis, perendaman belimbing wuluh, perendaman daun singkong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman belimbing wuluh dan daun karamunting terhadap penurunan kadar formalin ikan asin patin. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional study. Sampel yang digunakan adalah ikan asin patin yang dijual di pasar tradisional kota Palangka Raya pada produsen yang berbeda. Penentuan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Pengujian kandungan formalin pada sampel ikan asin patin dilakukan di Laboratorium Pengawasan Mutu Makanan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palangka Raya dan BBPOM Palangka Raya Kalimantan Tengah. Hasil uji kualitatif dengan menggunakan formalin test kits menunjukkan bahwa semua sampel ikan asin patin positif mengandung formalin. Pengujian yang dilakukan oleh BBPOM menunjukkan hasil yang berbeda, semua sampel ikan asin tidak mengandung formalin. Pengujian kualitatif ikan asin dengan perendaman ekstrak belimbing wuluh dan daun karamunting selama 60 menit menunjukkan bahwa perendaman tersebut dapat menurunkan kandungan formalin dalam sampel.

Cucu Rahayu cucurahayu.06@gmail.com Rizky Kusuma Wardani kusumawdani@gmail.com
2022-07-27T06:24:53Z 2022-07-27T06:24:53Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2340 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2340 2022-07-27T06:24:53Z Edukasi personal hygiene dalam tatanan kehidupan baru di Panti Asuhan Berkah Kota Palangka Raya Normila Normila Normila@poltekkes-palangkaraya.ac.id 2022-07-27T05:46:56Z 2022-07-27T05:46:56Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2337 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2337 2022-07-27T05:46:56Z Modul sosio antropologi Normila Normila Normila@poltekkes-palangkaraya.ac.id 2022-07-27T05:20:16Z 2022-07-27T05:25:31Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2333 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2333 2022-07-27T05:20:16Z Pengabdian kepada masyarakat penjaringan dan pendampingan ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya

Kasus anemia banyak terjadi pada ibu dengan tingkat pendidikan rendah dimana pendidikan mempengaruhi kemampuan ibu hamil untuk menerima informasi dan memahami pentingnya menjaga kehamilan dengan memberikan makanan bergizi untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu dan kesehatan janin yang dikandungnya. Dukungan petugas kesehatan dalam memberikan informasi tentang cara pencegahan terjadinya anemia pada ibu hamil begitu pula dalam memberikan obat-obatan yang aman untuk dikonsumsi ibu hamil, menganjurkan ibu untuk rutin datang memeriksakan kehamilannya dan memeriksakan kadar hemoglobin dalam darah agar dapat dideteksi apakah ibu menderita anemia, untuk mendapatkan penanganan selanjutnya. Untuk mendukung hal tersebut, maka tim dosen dari Program Studi D III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penjaringan dan pendampingan ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penjaringan dan deteksi dini dalam bentuk pemeriksaan kadar Hb ibu hamil, pendampingan secara terjadwal berupa pelayanan antenatal dalam bentuk pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil, serta pendidikan kesehatan (penkes) secara terjadwal bagi ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja Jekan Raya.

Lola Meyasa lolameyasa@gmail.com Seri Wahyuni adilahidayat@gmail.com
2022-07-26T09:35:55Z 2022-07-26T09:35:55Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2325 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2325 2022-07-26T09:35:55Z Analisis jalur determinan sindrom premenstruasi pada remaja putri di Kota Palangka Raya

Remaja adalah tumpuan harapan bangsa, oleh sebab itu remaja harus diperhatikan dengan lebih seksama dengan harapan menjadi generasi penerus yang mempunyai status kesehatan yang baik. Remaja yang sehat dan berkualitas menjadi perhatian serius bagi orang tua, praktisi pendidikan, ataupun remaja itu sendiri. Setiap remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental serta sosial. Remaja putri secara anatomis perkembangan fisik ditandai dengan kematangan alat reproduksi, salah satunya adalah menarche (haid) pertama. Menstruasi adalah fenomena biasa yang merupakan indikator penting dari kesehatan perempuan. Saat menjelang menstruasi banyak wanita yang mengalami sindrom yang disebut premenstrual syndrome (PMS).
Factor yang diduga berhubungan dengan kejadian sindrom premenstruasi antara lain :
a. Pola Tidur (Forrester-Knauss, Stutz, Weiss, & Tschudin, 2011)
b. Pola Makan (Hashim, Obaideen, & Jahrami, 2019; Desrosierss, Ronnenberg, & Houghton, 2017; Farasati, Siassi, & Kohdani, 2015; Rad, Torkmannejad, & Mohebbi, 2018; Acikgoz, Dayi, & Binbay, 2017)
c. Aktifitas Fisik (Tschudin, Bertea, & Zemp, 2010; Desrosierss, Ronnenberg, & Houghton, 2017; Forrester-Knauss, Stutz, Weiss, & Tschudin, 2011; Rad, Torkmannejad, & Mohebbi, 2018; Buddhabunyakan, Kaewrudee, & Chngsomchai, 2019)
d. Body Mass Index (rata-rata 19 Kg/m2)
(Raval & Panchal, 2016); Tschudin, 2010; Ansong et al, 2019; Forrester-Knauss, 2011; Rad, 2017; Acikgoz, 2017, Budhabunyakan, 2019)
e. Stress (Ansong & Arhin, 2019); Forrester-Knauss, 2011; Rad, 2017; Acikgoz, 2017; Liu, 2017)
Berdasarkan factor yang diduga tersebut di atas, maka peneliti bertujuan untuk menganalisis pola hubungan variable yang mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung seperangkat variable bebas (eksogen) terhadap variable terikat (endogen).
Hasil menunjukkan :
1. Jalur Model I (Hubungan stress (X1), pola Tidur (X2), pola Makan (X3), dan Akifitas fisik (X4) terhadap Indeks Massa Tubuh (Y).
Besar pengaruh stress (X1), pola Tidur (X2), pola Makan (X3), dan Akifitas fisik (X4) terhadap Indeks Massa Tubuh (Y)
2. Jalur Model I (Hubungan stress (X1), pola Tidur (X2), pola Makan (X3), dan Akifitas fisik (X4), dan IMT (Y) terhadap Sindrom Pre Menstruasi (Z).
a. Pengaruh langsung
1. Hubungan X1 pada Z secara langsung yaitu 33,3%
2. Hubungan X2 pada Z secara langsung yaitu 0,7%
3. Hubungan X3 pada Z secara langsung yaitu 11,3%
4. Hubungan X4 pada Z secara langsung yaitu 24,7%
5. Hubungan Y pada Z secara langsung yaitu 44%
b. Pengaruh tidak langsung
1. X1  Y  Z
Pengaruh keadaan stress melalui IMT terhadap sindrom premenstruasi yaitu 0,330 X 0,440 = 0,145 atau 14,5%
Maka nilai pengaruh tidak langsung didapatkan sebesar 14,5%. Jadi pengaruh total yang diberikan keadaan stress terhadap sindrom premenstruasi adalah pengaruh langsung + tidak langsung yaitu 33,3% + 14,5% = 47,8%
2. Pengaruh pola tidur melalui IMT terhadap sindrom premenstruasi
-0,011 x 0,440 = - 0,0048 atau 0,48 %
Maka nilai pengaruh tidak langsung didapatkan sebesar 0,48% Jadi pengaruh total yang diberikan keadaan pola tidur terhadap sindrom premenstruasi adalah pengaruh langsung + tidak langsung yaitu 0.48% - 0.7 % = -0,02%
3. Pengaruh pola makan melalui IMT terhadap sindrom premenstruasi
0,023 x 0,440 = 0,010 atau 1%
Maka nilai pengaruh tidak langsung didapatkan sebesar 1% Jadi pengaruh total yang diberikan keadaan pola makan terhadap sindrom premenstruasi adalah pengaruh langsung + tidak langsung yaitu 1% - 11,33 % = 10,3%
4. Pengaruh aktifitas fisik melalui IMT terhadap sindrom premenstruasi
-0,530 x 0,440 = -0,233 atau 23,3%
Maka nilai pengaruh tidak langsung didapatkan sebesar 23,3% Jadi pengaruh total yang diberikan keadaan pola makan terhadap sindrom premenstruasi adalah pengaruh langsung + tidak langsung yaitu -23,3% + -24,7% = 48%

Irene Febriani irenefebrianiclassroom@gmail.com Herlinadiyaningsih Herlinadiyaningsih herlinadiyaningsih04@gmail.com Destinady Kadiser Miden Destinady@poltekkes-palangkaraya.ac.id
2022-07-26T09:21:09Z 2022-07-26T09:21:09Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2331 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2331 2022-07-26T09:21:09Z Kebutuhan dasar manusia dalam praktik kebidanan

Buku ajar kebutuhan dasar manusia ini mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia yang diaplikasikan dalam praktik klinik kebidanan. Materi yang dibahas dalam buku ini diantaranya Konsep manusia, Konsep kebutuhan dasar manusia, Sehat sakit, Stres dan adaptasi, Kebutuhan oksigenasi, Kebutuhan nutrisi, Kebutuhan personal hygiene, Pencegahan infeksi, Pemeriksaan fisik, Vital sign, Konsep kehilangan, berduka,kematian.

Yeni Lucin lucinyeni@gmail.com
2022-07-26T08:33:50Z 2022-07-26T08:33:50Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2329 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2329 2022-07-26T08:33:50Z IDENTIFIKASI LOGAM BERAT PADA AYAM BROILER DI KOTA PALANGKA RAYA

Kandungan logam berat seperti Kadmium, Timbal dan Besi pada daging ayam dapat mengindikasikan bahwa telah terjadi kontaminasi logam berat pada makanan terutama daging ayam. Pencemaran logam berat ini dapat bersifat bioakumulasi terhadap manusia karena manusia merupakan salah satu bagian dalam proses rantai makanan. Masyarakat yang sering mengkonsumsi daging ayam dapat beresiko terkena dampak pencemaran logam berat karena proses rantai makanan, oleh karena itu perlu dilakukan Identifikasi Logam Berat pada ayam broiler yang di konsumsi di Kota Palangka Raya sebagai upaya awal untuk melakukan pencegahan kontaminasi logam berat terhadap makanan dalam rangka mewujudkan keamanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui konsentrasi dan perbedaan logam Timbal, Kadmium dan Besi pada ayam broiler di Kota Palangka Raya. Metode penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional study dengan sampel paha, dada dan hati ayam broiler yang dijual di beberapa pasar di Kota Palangka Raya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi Timbal (Pb) pada dada, paha dan hati ayam yaitu 0,23 mg/kg; 0,18 mg/kg; dan < 0,002 mg/kg, konsentrasi Kadmium (Cd) pada dada, paha dan hati ayam yaitu 0,0015; < 0,0015 mg/kg; dan 0,21 mg/kg serta Konsentrasi Besi (Fe) pada dada, pada paha dan hati ayam yaitu 36 mg/kg, 49,48 mg/kg dan 58,60 mg/kg. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Konsentrasi Timbal (Pb) dan cadmium (Cd) pada dada, paha dan hati ayam me-menuhi syarat yang telah ditetapkan berdasarkan SNI, sedangkan konsentrasi Besi (Fe) pada dada, memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan dan pada paha dan hati ayam melebihi baku mutu yang telah ditetapkan. Konsumen sebaiknya memper-hatikan pola konsumen ayam broiler untuk menghindari kontaminasi logam berat sebagai efek dari bioakumulasi akibat proses rantai makanan.

Resna Maulia resnamaulia@poltekkes-palangkaraya.ac.id Normila Normila Normila@poltekkes-palangkaraya.ac.id
2022-07-26T08:06:31Z 2022-07-26T08:06:31Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2332 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2332 2022-07-26T08:06:31Z Modul pembelajaran KDK (keterampilan dasar kebidanan) Yeni Lucin lucinyeni@gmail.com 2022-07-26T01:29:57Z 2022-07-26T01:29:57Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2111 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2111 2022-07-26T01:29:57Z Gambaran pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat pada bayi baru lahir

Latar Belakang: Tali pusat dalam istilah medisnya di sebut dengan umbilical cord merupakan saluran kehidupan bagi janin selama di dalam kandungan, sebab selama dalam rahim tali pusat inilah yang menyalurkan oksigen dan maknan dari plasenta ke janin yang berada di dalamnya.Begitu janin di lahirkan tidak membutuhkan oksigen dari ibunya
,karena sudah dapat bernafas sendiri melalui hidungnya. Tali pusat sudah tidak diperlukan lagi dan harus dipotong ,di jepit dan diikat. Pada umumnya tali pusat bayi baru lahir akan puput atau lepas dalam waktu 1-3 minggu setelah kelahiran . sepanjang tali pusat belum lepas ,orang tua bayi perlu menjaga area tersebut tetap bersih dan kering . karena kondisi basah dan lembab dapat memicu terjadinya infeksi,minimnya sikap yang baik dan pengetahuan yang baik ibu nifas terhadap perawatan tali pusat pada bayi baru lahir.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir di Indonesia .
Metode Penelitian : Digunakan satu mesin pencarian artikel yaitu menggunakan GOOGLE SCHOLAR. Terdapat 3 penelitian yang diidentifikasikan , dengan rincian 2 penelitian Deskriptif dan 1 penelitian kuantitatif.
Hasil Penelitian : Dari hasil literature di dapatkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang perawatan tali pusat pada bayi baru lahir .
Kesimpulan : Guna peningkatan pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat pda bayi baru lahir ,diperlukan pendidikan kesehatan ketika ibu akan pulang kerumah.

Wanda Wulandari wandawulandari270@gmail.com
2022-07-26T01:25:14Z 2022-07-26T01:25:14Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2294 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2294 2022-07-26T01:25:14Z Literature reveiw : Gambaran faktor risiko penularan tuberculosis pada anak

Latar Belakang : Salah satu masalah kesehatan dunia yang penting adalah tuberculosis (TB), hal ini dikarenakan kurang dari satu pertiga penduduk dunia terinfeksi oleh Mycobacterium tuberculosis dan diperkirakan ada sekitar 9 juta pasien dengan kasus TB paru serta 3 juta kematian akibat TB diseluruh dunia. Anak biasanya yang rentan terinfeksi tuberculosis dari orang dewasa yang memiliki lesi kavitas progresif yang mengeluarkan droplet yang terinfeksi ke udara.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Gambaran Faktor Risiko Penularan Tuberculosis Pada Anak
Metode Penelitian : Digunakan satu mesin pencarian artikel yaitu google scholar. Terdapat 2 penelitian yang diidentifikasi, dengan rincian penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.
Hasil Penelitian : Dari hasil literature didapatkan bahwa adanya hubungan intesitas kontak dengan penderita tuberculosis, penularan tb-paru berhubungan dengan kondisi rumah dengan kategori padat dan terdapat TBC paru BTA positif. Tetapi tidak semua rumah yang memiliki kategori padat hunian berisiko terkena TBC paru apabali didalam rumah tersebut tidak terdapat penderita TBC paru positif. Disini juga faktor usia anak yang rentan terinfeksi dan memiliki risiko terinfeksi 3,20 dibanding yang tidak memiliki kontak erat dengan penderita.
Kesimpulan : Banyak nya kontak erat dengan pendetira TBC paru BTA positif dan yang retan terinfeski Tb-paru adalah anak yang memiliki kontak erat dengan penderita dan usia anak

Kata Kunci : Faktor Risiko, Tuberculosis, Usia anak

1 Mahasiswa DIII Keperawatan, Poltekkes Palangka Raya
2 Pembimbing Dosen Poltekkes Palangka Raya

Evi Wulandari eviwulandari520@gmail.com
2022-07-25T09:31:38Z 2022-07-25T09:31:38Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2322 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2322 2022-07-25T09:31:38Z Pemberian penyuluhan tentang gaya hidup sehat dan nutrisi di masa pandemi bagi anak remaja di SMA Kota Palangka Raya

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepada anak remaja di Kota Palangka Raya mengenai gaya hidup sehat dan nutrisi di masa pandemi. Ancaman virus korona jenis baru (SARS-CoV 2) penyebab Coronavirus ADisease (Covid-19) yang sedang mendera dunia sejak pertama kali terdeteksi di Wuhan,China. Indonesia sendiri mendeteksi pasien positif pertama pada awal Maret dan dalam 15 minggu lebih dari 40 ribu orang terjangkit dan tersebar di semua propinsi, dengan tingkat kematian berkisar 5,5% Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah maupun masyarakat untuk mengendalikan penyebaran virus yang semakin masif ini. Yaitu cara hidup yang higienis, jaga jarak, membatasi kerumunan, penggunaan masker, sering cuci tangan dan penggunaan desinfektan dan peningkatan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang virus juga tidak kalah penting. Salah satu golongan yang perlu mendapatkan perhatian adalah masa remaja .Masa remaja (adolescence) merupakan masa terjadinya perubahan yang berlangsung cepat dalam hal pertumbuhan fisik,kognitif dan psikososial. Perubahan tersebut mempengaruhi kebutuhan gizi. Kebutuhan gizi yang tinggi terdapat pada periode pertumbuhan yang cepat (growth spurt) (Susetyowati, 2016). Anak remaja juga perlu mendapatkan gizi seimbang , karena gizi seimbang merupakan makanan yang mengandung semua zat gizi . Maka dari itu perlu diadakan pendidikan gizi pada anak remaja tentang gaya hidup sehat dan nutrisi yang dibutuhkan pada masa pandemi di SMA Kota Palangka Raya.Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini kepada golongan umur remaja MAN di Kota Palangka Raya sebagai tempat pengabmas . Selain itu, lokasinya tidak jauh dari Poltekkes Kemenkes Palangka Raya sehingga institusi dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan di sekitarnya. Kegiatan ini dilakukan pada bulan oktober 2021 , dihadiri oleh 5 orang tim pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.Metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan penyuluhan dengan rerata masng-masing adalah Rerata nilai remaja sebelum dilakukan penyuluhan (pretest) yaitu 71,60 ± 5,14 dan rerata nilai ibu remaja setelah 83,60± 9,60 .Hasil uji statistik di dapatkan nilai p value 0,000, berarti pada alpha 5% terlihat ada perbedaan antara rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan . Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan remaja di MAN di Kota Palangka Raya. Daya serap peserta sosialisasi terhadap materi tergolong sangat baik sebesar >75 remaja dapat memahami materi yang diberikan .

Munifa Munifa mufidapuniq@gmail.com
2022-07-25T06:49:53Z 2022-07-25T06:49:53Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2318 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2318 2022-07-25T06:49:53Z Pembinaan keluarga yang memiliki lansia dengan harga diri rendah melalui psikoedukasi keluarga di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya

Meningkatnya populasi lansia di Indonesia membawa dampak terhadap perubahan psikologis pada lansia. Lansia yang berumur 65 tahun atau lebih akan mengalami paling sedikit satu masalah kesehatan yang dapat mengakibatkan stres dimana pada lansia terjadi kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap, dimana penurunan kondisi tersebut dapat menimbulkan stres pada sebagian lansia. Masalah psikososial pada lansia dapat berupa stres, ansietas (kecemasan) dan depresi. Masalah tersebut bersumber dari beberapa aspek, diantaranya perubahan aspek fisik, psikologis dan sosial. Gejala yang terlihat pada lansia dapat berupa emosi labil, mudah tersinggung, gampang merasa dilecehkan, kecewa, tidak bahagia, perasaan kehilangan, dan perasaan tidak berguna. Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia dapat berkembang menjadi masalah-masalah lain yang seringkali juga disertai dengan terjadinya perubahan konsep diri: harga diri rendah.Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan pada lansia yang menggalami gangguan konsep diri harga diri rendah adalah melalui terapi psikoedukasi keluarga. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk mengetahui pengaruh terapi psikoedukasi keluarga terhadap tingkat harga diri lansia yang mengalami harga diri rendah.

Harga diri (self esteem) merupakan salah satu komponen dari konsep diri. Harga diri merupakan penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisis seberapa banyak kesesuaian tingkah laku dengan ideal diri (Stuart, 2009). Harga diri pada lansia dapat mengalami perubahan dimana seringkali akan muncul perasaan tidak berguna dan tidak berharga. Penelitian yang dilakukan oleh Ranzijn, et al (1998) pada lansia di Adelaide-Australia menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perasaan tidak berguna dan harga diri lansia yang pada tahap lanjut dapat mempengaruhi cara hidup mereka. Hal inilah yang menurut Hawari (2007) merupakan salah satu sumber stresor psikososial pada lansia.

Menelaah dari uraian tersebut diatas, maka diperlukan pelayanan khusus bagi lansia di bidang kesehatan, sosial ekonomi, psikologis, kesejahteraan bahkan kebutuhan spiritual, sehingga diperoleh peningkatan derajat kesehatan dan mutu kehidupan usia lanjut untuk mencapai masa tua yang bahagia, sejahtera dan berguna bagi kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya ditengah-tengah masyarakat

Syam'ani Syam'ani syam_ani@yahoo.co.id
2022-07-25T05:49:11Z 2022-07-25T05:50:33Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1947 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/1947 2022-07-25T05:49:11Z Prenatal yoga pada ibu hamil trimester III terhadap posisi oksiput janin di rumah sakit permata hati Kota Palangka Raya

Posisi oksiput posterior pada awal persalinan. Sebagian besar presentasi oksiput posterior saat melahirkan adalah hasil dari malrotasi posisi oksiput anterior selama persalinan dan sebagian besar (87 persen) dengan presentasi awal oksiput posterior secara spontan diputar ke anterior. Untuk mengetahui pengaruh senam ibu hamil trimester III terhadap posisi oksiput janin. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross-sectional, dan pengumpulan data dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 responden dengan pengambilan sampel dilakukan secara acak. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh p-value=0,011 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara prenatal gentle yoga dengan posisi oksiput janin dengan OR = 4,339. Dan berdasarkan pada hasil uji regresi logistik diketahui bahwa prenatal gentle yoga memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap variabel terikat. Kesimpulan: Ada hubungan antara prenatal gentle yoga, tempat bersalin, dan berat badan pada posisi oksiput janin.

Cia Aprilianti aprilianticia@poltekkes-palangkaraya.ac.id
2022-07-25T05:48:45Z 2022-07-25T08:45:42Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2319 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2319 2022-07-25T05:48:45Z Daya terima menu tambahan protein hewani yang dimodifikasi pada diet energi tinggi protein tinggi di RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya

The low acceptance of the patient's food will have a negative impact on the nutritional status and recovery of the patient, therefore the acceptance of animal side dishes is an important thing to pay attention to as an effort to accelerate the patient's recovery.
In the study of Minimum Service Standards at RSUD dr. Doris Sylvanus for the period January-March 2018 on the regular food menu, leftovers of 24.15%. The research objective was to analyze the acceptability of the dietary modification of additional animal protein on the High Protein High Energi diet (ETPT) at dr. Doris Sylvanus Palangka Raya The method used in this study was Quasy Exsperiment with a pre-post design. Data collection used a taste test form, a sample characteristic form, and a food weighing form. The sample is 150 respondents. The test used is the Independent Sample T-Test, with a significant level of <0.05. And the Annova test was used to see the differences between the five menu groups that were modified with the menu presented by the hospital. The results of the analysis of the difference in taste test which included color, aroma, taste and level of maturity, there were significant differences from menu modifications with the ETPT Diet menu. presented by the Hospital with a sig value <0.05. The result of the acceptance test for the modified menu with the ETPT Diet menu that was presented by the hospital, the sig value <0.05 means that there is a difference in the acceptance of the menu modification with the ETPT Diet menu served by the Hospital.

Munifa Munifa mufidapuniq@gmail.com Karlina Sari karlinasari1883@gmail.com
2022-07-25T03:46:11Z 2022-07-25T03:46:11Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2187 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2187 2022-07-25T03:46:11Z Pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencegahan covid-19 pada remaja Kota Palangka Raya

Tujuan: COVID-19 adalah pandemi global yang baru ditemukan yang mempengaruhi hampir semua negara termasuk Indonesia. Pengetahuan, sikap dan praktik masyarakat menjadi tolak ukur kesadaran masyarakat. Peneliti ingin mengetahui bagaimana pengetahuan, sikap dan perilaku pandemi COVID-19 di kalangan remaja.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel yang dikumpulkan untuk penelitian ini adalah 635 remaja. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada sampel yang dipilih secara acak.
Hasil: 619 responden (97,5%) memiliki pengetahuan yang baik tentang COVID-19 dengan nilai rata-rata 9,79. Sebagian besar responden (61,1%) takut namun tetap optimis bahwa pandemi COVID-19 dapat dikendalikan. Meski masih banyak responden yang bersikap netral terkait kemampuan Indonesia melawan virus Covid-19. Praktik menghadapi pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa 98,2% responden mengaku telah melakukan sesuatu untuk melindungi diri dan/atau keluarganya dari COVID-19. Dan 91% responden masih mengikuti aturan PSBB dan PPKM yang membatasi aktivitas di luar rumah. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku responden terhadap COVID-19 dengan nilai p=0,391. 93,5% responden yang memiliki sikap baik juga menunjukkan perilaku yang baik. Hasil nilai p = 0,004 juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara sikap dan perilaku responden.
Keterbatasan: Keterbatasan penelitian terkait dengan fluktuatifnya informasi terkait COVID-19 yang menyebar di masyarakat. Perbedaan waktu penyebaran kuesioner dapat mengubah pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terkait COVID-19.
Kontribusi: Penelitian ini dapat bermanfaat untuk menghasilkan kebijakan terkait peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik remaja terkait COVID-19 di Indonesia. Mengingat remaja memiliki posisi penting sebagai pemutus mata rantai penularan dan pemutus mata rantai informasi yang tidak tepat terkait COVID-19.
Kata kunci: Covid-19, Pengetahuan, Sikap, Praktik, Remaja

Itma Annah itma.annah@poltekkes-palangkaraya.ac.id
2022-07-25T01:49:38Z 2022-07-25T01:49:38Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2315 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2315 2022-07-25T01:49:38Z Ilmu kesehatan anak

Buku ini pada bab pertama, menerangkan mengenai kondisi kesehatan balita di indonesia dengan menilai dari berbagai indicator kesehatan anak serta berbagai upaya dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan anak balita. Bab Kedua menerangkan konsep tumbuh kembang anak mulai dari pertumbuhan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, gigi, organ penglihatan,organ pendengaran, organ seksual, perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa dan adaptasi sosial. Bab ketiga menerangkan penilaian tumbuh kembang, dijelaskan bagaimana menggunakan antopometri dan stimulasi dengan menggunakan permaian. Bab keempat menjelaskan mengenai imunisasi, mulai dari imunisasi dasar sampai imunisasi ulangan. Bab kelima menerangkan perubahan fisiologi bayi baru lahir dan cara pemeriksaannya. Bab keenam menerangkan penyakit anak balita, antara lain hiperbilirubinemia, tetanus neonatorum,anemia kurang zat besi, kejang demam, konjungtivis,malnutrisi enegi protein, diare, penyakit Hirschprung. Bab ketujuh menerang tindakan kedaruratan pada bali dan anak balita. Bab kedelapan penatalaksanaan bayi dengan risiko tinggi. Penulis mengucapkan terimakasih kepada beberapa pihak yang telah membantu hingga terselesainya buku ini.

Herlinadiyaningsih Herlinadiyaningsih herlinadiyaningsih04@gmail.com
2022-07-22T10:22:59Z 2022-07-22T10:22:59Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2206 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2206 2022-07-22T10:22:59Z Analisis faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil trimester III dalam melakukan Antenatal Care pada masa pandemi COVID-19 diwilayah kerja Puskesmas Bukit Rawi tahun 2022

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III Dalam Melakukan Antenatal Care Pada Masa Pandemi COVID-19 Diwilayah Kerja Puskesmas Bukit Rawi
Tahun 2022
Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangka Raya
Meryatica Sativa

ABSTRAK
Latar belakang: Dalam situasi pandemi COVID-19, banyak pembatasan hampir ke semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Seperti ibu hamil menjadi tidak kepuskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk memeriksakan kehamilan. Salah satu dampak rendahnya cakupan Anternatal Care bisa menyebabkan kematian ibu dan bayi. Dalam hal ini, pencapaian indikator target cakupan pelayanan Antenatal Care di wilayah kerja Puskesmas Bukit Rawi mengalami penurunan dari jumlah sasaran, terlihat dari data tersebut terdapat penurunan cakupan pelayanan Antenatal Care dalam tiga tahun terakhir.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan Ibu Hamil Trimester III dalam melakukan Antenatal Care pada masa pandemi COVID-19 diwilayah kerja Puskesmas Bukit Rawi tahun 2022.
Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu Hamil Trimester III berjumlah 35 orang. Sampel diambil dengan cara non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Analisis data dengan uji Chi Square (α<0,05), Continuity Correction dan uji Fisher’s Exact Test.
Hasil: Terdapat hubungan antara dukungan suami dengan nilai p=0,044 dan dukungan tenaga Kesehatan dengan nilai p=0,014 terhadap kepatuhan Ibu Hamil melakukan kunjungan Antenatal Care. Tidak terdapat hubungan antara usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Pengetahuan, Sikap, Jarak dan Pemanfaataan media Informasi dengan kepatuhan ibu hamil melakukan kunjungan Antenatal Care.
Kesimpulan: Variabel dukungan suami dan dukungan tenaga Kesehatan menunjukan nilai yang bermakna sebagai faktor yang mempengaruhi kepatuhan Ibu hamil melakukan Antenatal Care.

XI + 112, 2022, 13 tabel
Daftar Pustaka : 30 buah (2017-2022)
Kata Kunci: Kepatuhan Antenatal Care, Ibu Hamil

Analysis of Factors Affecting the Compliance of Third Trimester Pregnant Women in Performing Antenatal Care During the COVID-19 Pandemic in the Bukit Rawi Health Center Work Area
2022
Health Polytechnic of the Ministry of Health of Palangka Raya
Meryatica Sativa
ABSTRAK
Background: In the COVID-19 pandemic situation, there are many restrictions on almost all routine services including maternal and neonatal health services. For example, pregnant women don't go to the puskesmas or health service facilities to check their pregnancy. One impact of the low coverage of Anternatal Care can cause maternal and infant mortality. In this case, the achievement of the target indicators for the coverage of Antenatal Care services in the working area of the Bukit Rawi Health Center has decreased from the target number, it can be seen from the data that there is a decrease in the coverage of Antenatal Care services in the last three years.
Objective: To determine the factors that influence the compliance of third trimester pregnant women in carrying out Antenatal Care during the COVID-19 pandemic in the Bukit Rawi Health Center working area in 2022.
Methods: Analytical descriptive research with cross sectional approach. The population in this study were all 35 pregnant women in the third trimester. Samples were taken by non-probability sampling with purposive sampling. Data analysis with Chi Square test (α<0.05), Continuity Correction and Fisher’s Exact Test.
Results: There is a relationship between hasband’s support with a value of p=0,044 and the support of health workers with a value of p=0,014 on the compliance of pregnant women with antenatal care visits. There is no relationship between age, education, occupation, parity, knowledge, attitudes, distance and use of information media with pregnant women's compliance with antenatal care visits.
Conclusion: The variables of husband’s support and health worker’s support showed a significant value as a factor influencing thecompliance of pregnant women in performing Antenatal Care.

XI+112, 2022, 13 tables
Bibliography : 30 pieces (2017-2022)
Keywords: Antenatal Care Compliance, Pregnant Women

Meryatica Sativa MeryaticaS@gamil.com Riny Natalina riny.logos@gmail.com Riyanti Riyanti Itma Annah
2022-07-18T07:38:18Z 2022-07-18T07:38:18Z http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2243 This item is in the repository with the URL: http://repo.poltekkes-palangkaraya.ac.id/id/eprint/2243 2022-07-18T07:38:18Z Determinant factors of stroke in Dr. Hospital. Doris Sylvanus Palangka Raya

Background : Stroke is a health problem in all countries and one of the causes of death and disability. This condition requires serious attention from health workers so that the prevalence of stroke can be reduced or minimized by minimizing stroke risk factors. There are modifiable risk factors for stroke such as hypertension, heart disease, diabetes mellitus, smoking, hyperlipidemia, activity, and non-modifiable factors such as age, gender, heredity, race, and geography.

Objective : to determine the determinants of stroke in RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya

Methods : The design used in this research is a case-control study. The total sample size is 112 respondents, each 56 case samples and 56 control samples. Case samples were stroke patients who were treated at RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, while the control sample is a patient who is not being treated for stroke or cardiovascular disease.

Results : This study shows that the risk factors for stroke that have a significant relationship with the incidence of stroke in RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya are hypertension (p=0.000), age (p=0.040), and obesity (0.011). Hypertension is a risk factor that has the most significant influence on the incidence of stroke. The risk of hypertensive patients is 524 times greater than patients who do not suffer from hypertension in Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya (CI 95% = 5846.0-47.1).

Conclusion : The results of this study indicate the need for early screening of hypertensive patients in the community by health workers, and hypertensive patients to carry out routine examinations and treatment to prevent stroke events. Health education is routinely carried out by health workers in all health care settings to prevent stroke risk factors such as controlling blood pressure, obesity, and hyperlipidemia, especially over the age of 45 years.

Gad Datak gaddatak@poltekkes-palangkaraya.ac.id Esther Inung Sylvia ester.inung@poltekkes-palangkaraya.ac.id